Sabtu, 24 Oktober 2009
Infrastruktur Teknologi Informasi
Infrastruktur TI diartikan sebagai suber daya teknologi bersama yang menyediakan platform untuk aplikasi system informasi perusahaan yang terperinci. Infrastruktur TI meliputi investasi dalam peranti keras, peranti lunak dan layanan, seperti konsultasi. Pendidikan dan pelatihan yang tersebar di seluruh unit bisnis dalam perusahaan. Layanan TI digunakan untuk menyampaikan informasi bisnis yang penting dengan mudah tanpa kesulitan bagi para pembuat keputusan disaat dan dimana mereka membutuhkannya untuk menciptakan nilai bagi pelanggan. Namun, hal ini sulit karena kebanyakan perusahaan memiliki system peranti keras yang rumit dan aplikasi peranti lunak yang diperoleh dari wktu sebelumnya. Hal ini membuat perusahaan menghabiskan lebih banyak waktu dan biaya. Sejumlah perkembangan teknologi telah menggerakkan transformasi berkelanjutan infrastruktur TI. Berkembang tren-tren platform peranti keras dan peranti lunak kontemporer menjawab kebutuhan untuk mengurangi biaya infrastruktur TI, untuk menggunakan sumber komputasi secara lebih efisien, untuk mengintegrasikan informasi di berbagai platform dan untuk memberikan fleksibilitas dan layanan yang baik bagi perusahaan dan para pelanggannya. Contohnya seperti perusahaan Dream work. Mereka menggunakan kemampuan kreatif kelas dunia dan teknologi computer yang mutakhir untuk memproduksi film-film kartun yang digerakkan computer. Untuk memimpin di pasar yang persaingannya sengit ini, Dream Work mengimplementasikan sebuah jaringan berkecepatan tinggi untuk menghubungkan computer yang kuat, dream works juga menggunakan hak paten peranti lunak yang dikembnagkan secara internal, yang dinamakan EMO, hamper untuk untuk setiap tahap pekerjaan mereka. Manajemen dream work animation yakin bahwa peranti lunak eksklusif mereka dan juga investasi infrastruktur teknologi lainnya tidak hanya akan membayar penuh tetapi juga memberikan keunggulan strategis.
GARA – GARA TEKNOLOGI FACEBOOK
Berdasarkan pemberitaan yang terdapat di Koran, menurut saya itu merupakan perbuatan yang sangat tidak beretika dan juga merupakan penyalahgunaan teknologi. Dari beberapa pemberitaan yang terdapat di Koran dan di media lainnya, saya berpendapat bahwa facebook lebih banyak membawa dampak merugikan daripada menguntungkan. Seperti yang kita ketahui, dampak positif dari facebook diantaranya, dapat mempermudah kita berkomunikasi dengan orang lain sehingga komunikasi kita antar teman-teman menjadi lancar, kita juga dapat berkomunikasi dengan temen–teman kita yang berada jauh di negara lain tanpa menghabiskan biaya yang banyak, selain itu dengan facebook kita dapat mengkampanyekan gagasan atau ide yang kita punya.
Akan tetapi, disamping itu menurut saya facebook juga mempunyai beberapa dampak negatif, seperti:
Dapat dimanfaatkan untuk mencemarkan nama baik orang lain. Contohnya saja, banyak orang-orang yang tidak bertanggung jawab mengatasnamakan dirinya (misalnya nama selebritis) di facebook, selanjutnya mereka menulis komentar-komentar yang tidak semestinya diedarkan dan menampilkan foto-foto yang tidak layak diperlihatkan dengan maksud menjelek-jelekkan selebritis tersebut. Dan ini tentu saja sangat merugikan orang lain. Sebenarnya menulis komentar – komentar di facebook sama saja seperti obrolan yang kita lakukan sehari- hari namun efeknya mungkin lebih besar, bisa saja dapat menimbulkan salah paham. Contohnya saja, seperti pemberitaan di tivi dan media cetak lainnya yang memberitakan mengenai penuntutan yang terjadi antara 2 pihak yang disebabkan karena penulisan komentar – komentar yang tidak semestinya di facebook.
Banyaknya pelajar/mahasiswa yang lebih banyak menghabiskan waktu dengan bermain facebook daripada belajar. Dan jelas ini sangat merugikan dirinya sendiri.
Facebook juga dapat dijadikan sebagai sarana yang berbau pornografi. Tentu saja disini banyak orang-orang yang menampilkan foto-foto yang tidak semestinya diperlihatkan kepada halayak ramai.
Sekarang ini dapat kita lihat bahwa Facebook sudah sangat terkenal baik dikalangan anak – anak, remaja, dewasa maupun orang tua. Jadi sangat disayangkan apabila teknologi seperti ini dijadikan sebagai sarana yang bersifat negatif.
Akan tetapi, disamping itu menurut saya facebook juga mempunyai beberapa dampak negatif, seperti:
Dapat dimanfaatkan untuk mencemarkan nama baik orang lain. Contohnya saja, banyak orang-orang yang tidak bertanggung jawab mengatasnamakan dirinya (misalnya nama selebritis) di facebook, selanjutnya mereka menulis komentar-komentar yang tidak semestinya diedarkan dan menampilkan foto-foto yang tidak layak diperlihatkan dengan maksud menjelek-jelekkan selebritis tersebut. Dan ini tentu saja sangat merugikan orang lain. Sebenarnya menulis komentar – komentar di facebook sama saja seperti obrolan yang kita lakukan sehari- hari namun efeknya mungkin lebih besar, bisa saja dapat menimbulkan salah paham. Contohnya saja, seperti pemberitaan di tivi dan media cetak lainnya yang memberitakan mengenai penuntutan yang terjadi antara 2 pihak yang disebabkan karena penulisan komentar – komentar yang tidak semestinya di facebook.
Banyaknya pelajar/mahasiswa yang lebih banyak menghabiskan waktu dengan bermain facebook daripada belajar. Dan jelas ini sangat merugikan dirinya sendiri.
Facebook juga dapat dijadikan sebagai sarana yang berbau pornografi. Tentu saja disini banyak orang-orang yang menampilkan foto-foto yang tidak semestinya diperlihatkan kepada halayak ramai.
Sekarang ini dapat kita lihat bahwa Facebook sudah sangat terkenal baik dikalangan anak – anak, remaja, dewasa maupun orang tua. Jadi sangat disayangkan apabila teknologi seperti ini dijadikan sebagai sarana yang bersifat negatif.
Jumat, 16 Oktober 2009
review bab 3
Sistem Informasi , Organisasi, dan Strategi
Organisasi adalah struktur formal yang stabil dan formal yang mengambil sumber daya dari lingkungan dan memprosesnya untuk menciptakan output.
Ciri – ciri organisasi diantaranya adalah:
Rutinitas dan proses bisnis, seluruh organisasi, termasuk perusahaan, menjadi sangat efisien sepanjang waktu. Karena individu dalam perusahaan mengembangkan rutinitas(routines) untuk memproduksi barang dan jasa. Rutinitas terkadang disebut prosedur operasi standar-adalah peraturan, prosedur dan praktik yang jelas yang telah dikembangkan untuk mengatasi seluruh situasi virtual yang diharapkan. Ketika para karyawan mempelajari rutinitas ini, mereka menjadi sangat produktif dan efisien, dan perusahaan dapat mengurangi biaya seiring waktu bersamaan dengan peningkatan efisiensi.
Politik organisasi, orang-orang dalam organisasi menempati posisi yang berbeda dengan keahlian, pertimbangan, dan perspektif yang berbeda. Akibatnya, mereka secara alami memiliki sudut pandang berbeda mengenai bagaimana sumber daya, penghargaan, dan hukuman harus diberikan. Perbedaan ini berpengaruh baik kepada karyawan dan manajer, dan berdampak kepada usaha politik untuk sumber daya, persaingan, dan konflik didalam setiap organisasi .
Budaya organisasi, seluruh organisasi memiliki asumsi dasar, yang tak dapat dibantah, dan tidak dapat dipertanyakan (oleh anggotanya) yang menjelaskan tujuan dan produk organisasi tersebut. Budaya organisasi meliputi seperangkat asumsi ini mengenai produk apa yang harus diproduksi organisasi, bagaimana organisasi harus memproduksinya, dimana, dan untuk siapa.
Lingkungan organisasi, organisasi berada pada lingkungan dimana sumber daya didapatkan dan kepada siapa barang dan jasa dipasok. Pada satu sisi, organisasi terbuka kepada, dan bergantung kepada, lingkungan social dan fisik yang mengelilinginya. Tanpa sumber daya keuangan dan manusia – orang yang ingin bekerja dengan andal dan secara konsisten dengan gaji yang ditetapkan atau pendapatan dari pelanggan – organisasi tidak akan ada. Organisasi harus menanggapi kebutuhan legislative dan lainnya yang diberikan oleh pemerintah, sebagaimana tindakan pelanggan dan pesaing. Selain itu organisasi dapat mempengaruhi lingkungan.
Struktur organisasi, semua organisasi memiliki sturktur atau bentuk. Contohnya, pada organisasi birokrasi profesional, seperti rumah sakit, bukanlah hal yang biasa untuk menemukan sistem pencatatan pasien paralel, satu dioperasikan oleh administrasi , yang lain oleh dokter, dan yang lain oleh staf profesional seperti perawat dan pekerja social.
Ciri lain organisasi termasuk proses bisnisnya, budaya organisasi, tujuan, pilihan, dan gaya kepemimpinan. Seluruh ciri ini mempengaruhi jenis sistem informasi yang digunakan organisasi.
Dampak sistem informasi pada organisasi
Sistem informasi dan organisasi dimana keduanya digunakan untuk saling berinteraksi dan mempengaruhi. Perkenalan pada sistem informasi yang baru akan mempengaruhi struktur organisasi, tujuan, rancangan kerja, nilai, persaingan antar kelompok kepentingan, pembuatan keputusan , dan perilaku dari hari ke hari. Pada saat yang sama, sistem informasi harus dirancang untuk melayani kebutuhan kelompok organisasi yang penting dan akan dibentuk oleh sturktur, tugas tujuan, budaya, politik, dan manajemen organisasi. TI dapat mengurangi biaya transaksi dan keagenan, dan perubahan itu telah ditekankan dalam organisasi dengan menggunakan internet. Sistem informasi juga terhubung dengan struktur, budaya, proses bisnis organisasi. Sistem baru mengacaukan pola kerja dan hubungan kekuatan yang telah mapan, sehingga sering ada keengganan yang cukup besar dari organisasi ketika sistem tersebut diperkenalkan. Jadi hubungan yang rumit antara sistem informasi, kinerja organisasi, dan pembuatan keputusan harus dikelola dengan cermat.
Model Daya Kompetitif Porter
Model yang paling luas penggunaannya untuk mengerti keunggulan kompetetitif adalah model daya kompetiif(competitive forces model) Michael Porter. Model ini menyediakan pandangan umum terhadap perusahaan, pesaingnya, dan lingkungan perusahaan. Model porter seluruhnya adalah mengenai lingkungan bisnis umum perusahaan. Pada model ini, lima daya kompetitif membentuk nasib perusahaan.
√ Pesaing Tradisional, Seluruh perusahan berbagi pangsa pasar dengan pesaing lainnya yang secara berkelanjutan menggunakan cara baru, yang lebih efisien untuk beproduksi dengan memperkenalkan produk dan jasa baru, dan mencoba menarik pelanggan dengan mengembangkan merek dan mengenakan biaya perubahan kepada pelanggannya.
√ Pemain Baru di Pasar, Pada ekonomi bebas dengan sumber daya tenaga kerja dan keuangan yang dapat bergerak, perusahaan baru selalu memasuki pasar. Perusahaan baru memiliki beberapa keuntungan : perusahaan tidak terkunci kepada pabrik dan peralatan lama perusahaan sering kali memperkerjakan karyawan yang lebih muda yang tidak terlalu mahal dan mungkin lebih inovatif, perusahaan tidak dibebani oleh nama merek yang telah tua, usang dll daripada pemain tradisional pada indusri. Kelemahannya: perusahaan tergantung kepada pendanaan luar untuk pabrik dan peralatan baru, yang bisa jadi mahal; perusahaan memiliki angkatan kerja yang kurang berpengalaman; dan memiliki sedikit pengakuan merek.
√ Produk dan Jasa Pengganti, pada hamper semua industri, terdpat pengganti yang mungkin digunakan oleh pelanggan kita jika harga yang kita tawarkan terlalu tinggi. Teknologi baru menciptakan pengganti sepanjang waktu. Bahkan minyak memilik pengganti. Semakin banyak produk dan jasa pengganti didalam industri, maka semakin tidak mungkin kita dapat mengendalikan penetapan harga dan semakin rendah margin laba kita.
√ Pelanggan, perusahaan yang untung bergantung kapada pengukuran besar atas kemampuannya menarik dan mempertahankan pelanggan(sambil menjauhkan pelanggan dari pesaing, dan membebankan harga yang tinggi. Kekuatan para pelanggan berkembang jika mereka dapat dengan mudah berpindah kepada produk dan jasa pesaing, atau jika mereka dapat memaksa bisnis dan pesaingnya untuk bersaing hanya kepada harga di pasar transparan dimana terdapat sedikit diferensiasi produk dan seluruh harga dapat diketahui dengan cepat(seperti di internet).
√ Pemasok, kekuatan pasar pemasok dapat memiliki dampak penting pada keuntungan perusahaan, terutama jika perusahaan tidak dapat menaikkan harga sementara pemasok bisa. Semakin banyak pemasok berbeda yang dimiliki perusahaan, semakin besar kendali yang dapat dijalankan atas pemasok dalam bentuk harga, kualitas, dan jadwal pengiriman. Contohnya seperti labtop, pembuat labtop hampir selalu memiliki pemasok komponen utama yang bersaing seperti keyboard, hard drive, dan layar monitor.
Ada 4 strategi umum yang masing-masing sering dimungkinkan dengan penggunaan teknologi dan sisem informasi, yaitu:
1. Kepemimpinan harga rendah
2. Diferensiasi produk
3. Berfokus kepada peluang pasar
4. Menguatkan keakraban pelanggan dan pemasok
Sinergi, Kompetensi Inti, dan Strategi berdasarkan Jaringan.
Sinergi
Pemikiran mengenai sinergi adalah ketika ouput beberapa unit dapat digunakan sebagai input untuk unit lain, atau dua organisasi menggabungkan pasar dan keahlian, hubungan ini mengurangi biaya dan manghasilkan keuntungan.
Kompetensi inti
Kompetensi inti adalah aktivitas dimana perusahaan adalah pemimpin kelas dunia. Kompetensi ini mungkin melibatkan menjadi perancang bagian miniatur terbaik dunia, layanan pengantaran paket terbaik, atau pembuatan film terbaik. Pada umumnya, kompetensi inti tergantung kepada pengetahuan yang diperoleh dari pengalaman bertahun – tahun dan organisasi penelitian kelas satu atau hanya orang – orang penting yang mengikuti literature dan tetap berada di sisi pengetahuan eksternal yang baru.
Sistem informasi dapat mambantu bisnis mengangkat kompetensi intinya dengan mempromosikan pembagian pengetahuan di sepanjang unit bisnis.
Strategi berdasarkan Jaringan
Ketersediaan internet dan teknologi jaringn telah memunculkan strategi yang mengambil keuntungan dari kemampuan perusahan menciptakan jaringan satu sama lain. Strategi berdasarkan jaringan termasuk penggunaan ekonomi jaringan, model perusahaan virtual dan ekonomi bisnis.
• Ekonomi Jaringan, model bisnis yang berdasarkan pada jaringan dapat membantu perusahaan secara strategis dengan mengambil keuntungan dari ekonomi jaringan(network economics). Pada ekonomi tradisional – ekonomi pabrik dan pertanian – produksi mengalami pengembalian yang berkurang. Semakin banyak sumber daya yang digunakan dalam produksi, semakin kecil keuntungan marginal pada output. Hal ini merupakan hukum pengembalian yang berkurang dan merupakan dasar dari kebanyakan ekonomi modern.
• Srategi perusahaan virtual, strategi berbasis jaringan lainnya menggunakan model perusahaan virtual untuk menciptakan bisnis yang bersaing. Perusahaan virtual juga dikenal sebagai organisasi virtual, menggunakan jaringan untuk menghubungkan orang-orang, asset, dan ide, yang memungkinkannya untuk bersatu dengan perusahaan lain untuk menciptakan dan mendistribusikan produk dan jasa tanpa dibatasi oleh batasan organisasi tradisional atau lokasi fisik. Satu perusahaan dapat menggunakan kemampuan perusahan lain tanpa terikat secara fisik kepada perusahaan itu. Model perusahaan virtual berguna ketika perusahaan merasa lebi mudah untuk memperoleh produk, jasa atau kemampuan dari vendor eksternal atau ketika butuh untuk berpindah dengan cepat untuk mengeksploitasi kesempatan pasar yang baru dan kekurangan waktu dan sumber daya untuk menanggapinya sendiri.
Organisasi adalah struktur formal yang stabil dan formal yang mengambil sumber daya dari lingkungan dan memprosesnya untuk menciptakan output.
Ciri – ciri organisasi diantaranya adalah:
Rutinitas dan proses bisnis, seluruh organisasi, termasuk perusahaan, menjadi sangat efisien sepanjang waktu. Karena individu dalam perusahaan mengembangkan rutinitas(routines) untuk memproduksi barang dan jasa. Rutinitas terkadang disebut prosedur operasi standar-adalah peraturan, prosedur dan praktik yang jelas yang telah dikembangkan untuk mengatasi seluruh situasi virtual yang diharapkan. Ketika para karyawan mempelajari rutinitas ini, mereka menjadi sangat produktif dan efisien, dan perusahaan dapat mengurangi biaya seiring waktu bersamaan dengan peningkatan efisiensi.
Politik organisasi, orang-orang dalam organisasi menempati posisi yang berbeda dengan keahlian, pertimbangan, dan perspektif yang berbeda. Akibatnya, mereka secara alami memiliki sudut pandang berbeda mengenai bagaimana sumber daya, penghargaan, dan hukuman harus diberikan. Perbedaan ini berpengaruh baik kepada karyawan dan manajer, dan berdampak kepada usaha politik untuk sumber daya, persaingan, dan konflik didalam setiap organisasi .
Budaya organisasi, seluruh organisasi memiliki asumsi dasar, yang tak dapat dibantah, dan tidak dapat dipertanyakan (oleh anggotanya) yang menjelaskan tujuan dan produk organisasi tersebut. Budaya organisasi meliputi seperangkat asumsi ini mengenai produk apa yang harus diproduksi organisasi, bagaimana organisasi harus memproduksinya, dimana, dan untuk siapa.
Lingkungan organisasi, organisasi berada pada lingkungan dimana sumber daya didapatkan dan kepada siapa barang dan jasa dipasok. Pada satu sisi, organisasi terbuka kepada, dan bergantung kepada, lingkungan social dan fisik yang mengelilinginya. Tanpa sumber daya keuangan dan manusia – orang yang ingin bekerja dengan andal dan secara konsisten dengan gaji yang ditetapkan atau pendapatan dari pelanggan – organisasi tidak akan ada. Organisasi harus menanggapi kebutuhan legislative dan lainnya yang diberikan oleh pemerintah, sebagaimana tindakan pelanggan dan pesaing. Selain itu organisasi dapat mempengaruhi lingkungan.
Struktur organisasi, semua organisasi memiliki sturktur atau bentuk. Contohnya, pada organisasi birokrasi profesional, seperti rumah sakit, bukanlah hal yang biasa untuk menemukan sistem pencatatan pasien paralel, satu dioperasikan oleh administrasi , yang lain oleh dokter, dan yang lain oleh staf profesional seperti perawat dan pekerja social.
Ciri lain organisasi termasuk proses bisnisnya, budaya organisasi, tujuan, pilihan, dan gaya kepemimpinan. Seluruh ciri ini mempengaruhi jenis sistem informasi yang digunakan organisasi.
Dampak sistem informasi pada organisasi
Sistem informasi dan organisasi dimana keduanya digunakan untuk saling berinteraksi dan mempengaruhi. Perkenalan pada sistem informasi yang baru akan mempengaruhi struktur organisasi, tujuan, rancangan kerja, nilai, persaingan antar kelompok kepentingan, pembuatan keputusan , dan perilaku dari hari ke hari. Pada saat yang sama, sistem informasi harus dirancang untuk melayani kebutuhan kelompok organisasi yang penting dan akan dibentuk oleh sturktur, tugas tujuan, budaya, politik, dan manajemen organisasi. TI dapat mengurangi biaya transaksi dan keagenan, dan perubahan itu telah ditekankan dalam organisasi dengan menggunakan internet. Sistem informasi juga terhubung dengan struktur, budaya, proses bisnis organisasi. Sistem baru mengacaukan pola kerja dan hubungan kekuatan yang telah mapan, sehingga sering ada keengganan yang cukup besar dari organisasi ketika sistem tersebut diperkenalkan. Jadi hubungan yang rumit antara sistem informasi, kinerja organisasi, dan pembuatan keputusan harus dikelola dengan cermat.
Model Daya Kompetitif Porter
Model yang paling luas penggunaannya untuk mengerti keunggulan kompetetitif adalah model daya kompetiif(competitive forces model) Michael Porter. Model ini menyediakan pandangan umum terhadap perusahaan, pesaingnya, dan lingkungan perusahaan. Model porter seluruhnya adalah mengenai lingkungan bisnis umum perusahaan. Pada model ini, lima daya kompetitif membentuk nasib perusahaan.
√ Pesaing Tradisional, Seluruh perusahan berbagi pangsa pasar dengan pesaing lainnya yang secara berkelanjutan menggunakan cara baru, yang lebih efisien untuk beproduksi dengan memperkenalkan produk dan jasa baru, dan mencoba menarik pelanggan dengan mengembangkan merek dan mengenakan biaya perubahan kepada pelanggannya.
√ Pemain Baru di Pasar, Pada ekonomi bebas dengan sumber daya tenaga kerja dan keuangan yang dapat bergerak, perusahaan baru selalu memasuki pasar. Perusahaan baru memiliki beberapa keuntungan : perusahaan tidak terkunci kepada pabrik dan peralatan lama perusahaan sering kali memperkerjakan karyawan yang lebih muda yang tidak terlalu mahal dan mungkin lebih inovatif, perusahaan tidak dibebani oleh nama merek yang telah tua, usang dll daripada pemain tradisional pada indusri. Kelemahannya: perusahaan tergantung kepada pendanaan luar untuk pabrik dan peralatan baru, yang bisa jadi mahal; perusahaan memiliki angkatan kerja yang kurang berpengalaman; dan memiliki sedikit pengakuan merek.
√ Produk dan Jasa Pengganti, pada hamper semua industri, terdpat pengganti yang mungkin digunakan oleh pelanggan kita jika harga yang kita tawarkan terlalu tinggi. Teknologi baru menciptakan pengganti sepanjang waktu. Bahkan minyak memilik pengganti. Semakin banyak produk dan jasa pengganti didalam industri, maka semakin tidak mungkin kita dapat mengendalikan penetapan harga dan semakin rendah margin laba kita.
√ Pelanggan, perusahaan yang untung bergantung kapada pengukuran besar atas kemampuannya menarik dan mempertahankan pelanggan(sambil menjauhkan pelanggan dari pesaing, dan membebankan harga yang tinggi. Kekuatan para pelanggan berkembang jika mereka dapat dengan mudah berpindah kepada produk dan jasa pesaing, atau jika mereka dapat memaksa bisnis dan pesaingnya untuk bersaing hanya kepada harga di pasar transparan dimana terdapat sedikit diferensiasi produk dan seluruh harga dapat diketahui dengan cepat(seperti di internet).
√ Pemasok, kekuatan pasar pemasok dapat memiliki dampak penting pada keuntungan perusahaan, terutama jika perusahaan tidak dapat menaikkan harga sementara pemasok bisa. Semakin banyak pemasok berbeda yang dimiliki perusahaan, semakin besar kendali yang dapat dijalankan atas pemasok dalam bentuk harga, kualitas, dan jadwal pengiriman. Contohnya seperti labtop, pembuat labtop hampir selalu memiliki pemasok komponen utama yang bersaing seperti keyboard, hard drive, dan layar monitor.
Ada 4 strategi umum yang masing-masing sering dimungkinkan dengan penggunaan teknologi dan sisem informasi, yaitu:
1. Kepemimpinan harga rendah
2. Diferensiasi produk
3. Berfokus kepada peluang pasar
4. Menguatkan keakraban pelanggan dan pemasok
Sinergi, Kompetensi Inti, dan Strategi berdasarkan Jaringan.
Sinergi
Pemikiran mengenai sinergi adalah ketika ouput beberapa unit dapat digunakan sebagai input untuk unit lain, atau dua organisasi menggabungkan pasar dan keahlian, hubungan ini mengurangi biaya dan manghasilkan keuntungan.
Kompetensi inti
Kompetensi inti adalah aktivitas dimana perusahaan adalah pemimpin kelas dunia. Kompetensi ini mungkin melibatkan menjadi perancang bagian miniatur terbaik dunia, layanan pengantaran paket terbaik, atau pembuatan film terbaik. Pada umumnya, kompetensi inti tergantung kepada pengetahuan yang diperoleh dari pengalaman bertahun – tahun dan organisasi penelitian kelas satu atau hanya orang – orang penting yang mengikuti literature dan tetap berada di sisi pengetahuan eksternal yang baru.
Sistem informasi dapat mambantu bisnis mengangkat kompetensi intinya dengan mempromosikan pembagian pengetahuan di sepanjang unit bisnis.
Strategi berdasarkan Jaringan
Ketersediaan internet dan teknologi jaringn telah memunculkan strategi yang mengambil keuntungan dari kemampuan perusahan menciptakan jaringan satu sama lain. Strategi berdasarkan jaringan termasuk penggunaan ekonomi jaringan, model perusahaan virtual dan ekonomi bisnis.
• Ekonomi Jaringan, model bisnis yang berdasarkan pada jaringan dapat membantu perusahaan secara strategis dengan mengambil keuntungan dari ekonomi jaringan(network economics). Pada ekonomi tradisional – ekonomi pabrik dan pertanian – produksi mengalami pengembalian yang berkurang. Semakin banyak sumber daya yang digunakan dalam produksi, semakin kecil keuntungan marginal pada output. Hal ini merupakan hukum pengembalian yang berkurang dan merupakan dasar dari kebanyakan ekonomi modern.
• Srategi perusahaan virtual, strategi berbasis jaringan lainnya menggunakan model perusahaan virtual untuk menciptakan bisnis yang bersaing. Perusahaan virtual juga dikenal sebagai organisasi virtual, menggunakan jaringan untuk menghubungkan orang-orang, asset, dan ide, yang memungkinkannya untuk bersatu dengan perusahaan lain untuk menciptakan dan mendistribusikan produk dan jasa tanpa dibatasi oleh batasan organisasi tradisional atau lokasi fisik. Satu perusahaan dapat menggunakan kemampuan perusahan lain tanpa terikat secara fisik kepada perusahaan itu. Model perusahaan virtual berguna ketika perusahaan merasa lebi mudah untuk memperoleh produk, jasa atau kemampuan dari vendor eksternal atau ketika butuh untuk berpindah dengan cepat untuk mengeksploitasi kesempatan pasar yang baru dan kekurangan waktu dan sumber daya untuk menanggapinya sendiri.
Langganan:
Komentar (Atom)
